Laman

Sunday, February 17, 2019

Kuasa Yang Bekerja Di Balik Kelemahan

Sebuah Refleksi Pribadi.
Sekedar Perenungan Sebelum Tidur.
(Masale, hari ke-44 tanggal 13 Pebruari 2019 - Pdt. Joni Delima).

Bacaan : Keluaran 4:1-17.

Saudaraku...
Kita terkadang diliputi perasaan takut dan kuatir karena merasa diri tidak mampu berbuat apa-apa. Contoh kecil saja, ketika saya dipercayakan untuk mengangkat sebuah tanggung jawab yang menurut pertimbangan saya terlalu berat dan besar. Selalu saja timbul tanda tanya di hati; apakah saya mampu melaksanakannya dan dengan pencapaian hasil yang sempurna?.

Mengapa pertanyaan demikian muncul?.

Karena kita cenderung tidak siap menerima penilaian orang lain bahwa kita GAGAL.

Saudaraku....
Awalnya ketika Musa diutus Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari negeri perbudakan (Mesir), ia diliputi dengan keragu-raguan dan kegentaran. Tetapi Tuhan berkata:
"...pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kau katakan (Kel. 4:12)".
Sekali pun Allah memberi jaminan penyertaanNya, namun tetap saja Musa menyatakan sisi kemanusiaannya yang rapuh dan meminta Tuhan memilih orang lain. Namun demikian, Tuhan tidak menjadikan sisi lemah itu sebagai patokan untuk memilih dan mengutus Musa, melainkan kesiapan dan keberserahan diri hanya kepada Tuhan.

Tentu setiap kita punya kekurangan, tetapi saya mau menegaskan hal ini kepada anda bahwa, yang menjadikan kita kuat untuk melaksanakan tugas penugasan itu bukan karena kuat dan hebatnya kita, bukan pula kepandaian dan akal budi kita, juga bukan karena ditopang dengan finansial yang mumpuni, serta bukan karena kita punya jabatan dan kekuasaan, tetapi hanya karena "Penyerahan Diri" untuk dituntun oleh "Kuasa Roh Kudus". Tidakkah sering terjadi bahwa ada waktu di mana segala kebanggaan diri itu tidak memberi solusi bagi kita untuk keluar dari sebuah persoalan. Tetapi ketika langkah kita seolah berhenti karena menemui jalan buntu, maka fakta "Keberserahan Diri secara utuh pada Otoritas Allah" ternyata membuka jalan baru menuju sebuah kesuksesan.

Ya....
Tidakkah pertolongan Tuhan terbukti saat tidak ada jalan maka di situ Dia buka jalan, yakni ketika bangsa Israel berdiri di depan Laut Teberau karena dikejar tentara Firaun. Saat itu pula, Musa yang dahulu diliputi rasa takut dan kuatir akan tanggung jawab yang diembankan Tuhan kepadanya, kini berdiri untuk membangkitkan semangat bangsa Israel dengan kata-kata yang dahsyat ini:
"Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikanNYa hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya (Kel. 14:13)".
Dan mujizat pun terjadi; di tempat yang tidak ada jalan keluar, di situ Tuhan buka jalan dan Israel pun dapat menyeberang dengan selamat.

Karena itu, dalam menghadapi badai apa pun, tetaplah tenang, jangan takut dan bimbang, sebab Tuhan tidak akan membiarkan kita tenggelam dalam lautan penderitaan. Keberserahan diri secara utuh kepada Tuhan akan membuat segalanya berjalan dengan baik dan kesuksesan menjadi sebuah realita di tengah situasi kemustahilan sekali pun; sebagai bagi orang yang percaya, tidak ada yang tidak mungkin.

Selamat beristirahat.
Tuhan Yesus memberkatimu.

No comments:

Post a Comment

Web gratis

Web gratis
Power of Love