Laman

Thursday, February 21, 2019

Merubah DENDAM Jadi KASIH

Sebuah Refleksi Pribadi.
Sekedar Perenungan Sebelum Tidur.
(Masale, hari ke-50 tanggal 19 Pebruari 2019 - Pdt. Joni Delima).

Bacaan: 1Samuel 24:1-11.

Saudaraku...
Anda pasti mengenal atau pernah mendengar nama DR. Martin Luther King, Jr. Dia adalah seorang pendeta Gereja Baptis di USA, tetapi ia lebih populer sebagai seorang tokoh Aktivis Gerakan Hak-hak Sipil, khususnya kaum kulit hitam di Amerika Serikat dari tahun 1954- 1968. Ia sangat disegani dan dihormati karena perjuangannya dengan cara non-kekerasan dan meminta semua orang, -(khususnya mereka yang berkulit hitam)-, untuk tetap menghargai dan menghormati pemerintah berdasarkan nilai-nilai Kristiani. Martin Luther King, Jr sangat terinspirasi dan termotivasi dengan perjuangan aktivis perdamaian dari India, yakni Mahatma Gandhi yang mewarnai perjuangannya dengan nilai-nilai ajaran Yesus (Injil).

Suatu waktu, Martin Luther King, Jr berpidato di depan pendukungnya. Ia bertanya kepada mereka:
"Apa yang anda akan lakukan untuk mengasihi musuh anda?".

Mendengar pertanyaan demikian, maka semua orang yang mendengarnya terdiam. Saya percaya bahwa anda pun akan sangat sulit untuk memberi jawab atas pertanyaan tersebut dengan tulus dan jujur, dan akan semakin sulit apabila orang yang anda pandang sebagai musuh sedang berdiri tepat di samping anda saat pertanyaan ini diajukan. Tentu anda berpikir: "musuh itu tidak patut atau tidak layak untuk dikasihi, bukan? Yang pantas untuk dilakukan terhadap seorang musuh adalah disingkirkan atau kalau bisa, dibinasakan".

Tetapi Martin Luther King, Jr menegaskan:
"Ketika anda punya kesempatan untuk mengalahkan musuh anda, maka itulah saat yang tepat bagi anda untuk tidak melakukannya. Saat musuh anda tidak memiliki daya di hadapan anda, maka itulah saat yang tepat bagi anda untuk mengulurkan tangan anda; merangkulnya dengan kasih sayang, menolongnya dan menyelamatkannya".

Saudaraku...
Betapa Daud mendapat kesempatan yang begitu baik untuk menuntaskan masalahnya dengan orang yang membuat dirinya menderita. Daud menjadi seorang pelarian yang terus menerus mencari tempat persembunyian yang aman dari kejaran Raja Saul. Goa Ein-Gedi menjadi kesempatan yang terbaik bagi Daud untuk menyelesaian semua masalahnya.

Namun apa yang terjadi?.

Justru di Goa Ein-Gedi kebencian dalam diri Daud diubah oleh Daud sendiri dengan tindakan "Pengampunan". Di Goa Ein Gedi inilah, Daud mengubah rasa dendamnya menjadi "Kasih Sayang Yang Tulus".

Di Goa Ein-Gedi inilah, Daud berseru:
"...ada orang yang telah menyuruh aku untuk membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan (1Sam. 24:10)".

Di Goa Ein-Gedi, Daud menggunakan kesempatan yang terbaik baginya untuk mengalahkan musuh, namun yang ditunjukkan adalah "CINTA & PENGAMPUNAN".

Saudaraku...
Mungkin anda pernah mengalami tindakan yang sangat menyakitkan dari seseorang. Betapa hati anda berharap untuk mendapat kesempatan membalas dendam atas perlakuan yang menyakitkan itu. Bisa jadi anda mendapat moment yang tepat untuk menuntaskan rasa sakit hati anda. Tetapi saya mau bertanya kepada anda sebelum anda bertindak:
"Apakah untung yang anda dapatkan ketika anda membalaskan rasa sakit hati anda dengan mencederai atau membunuhnya? Justru di saat anda membuka pintu maaf dan melupakan semua hal yang sudah dia lakukan terhadap anda, saat itulah anda menjadi bintang baginya. Betapa orang itu akan berutang budi terhadap anda dan tidak akan dapat membayarnya. Ya...betapa anda telah menumpuk bara api di atas kepalanya dengan memberi maaf, sebab hal itu akan membuat dia malu atas dirinya sendiri".

Karena itu, benar apa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita:
"Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-sudaramu saja, apa lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah berbuat demikian? Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga sempurna (Mat. 5:46-48)".

Ya...
Kesempurnaan hidup itu terletak dalam tindakan "MENGAMPUNI". Dan anda harus ingat bahwa kita adalah orang-orang yang sudah diampuni, dan karena itu, kita pun HARUS MENGAMPUNI.

Selamat beristirahat.
Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment

Web gratis

Web gratis
Power of Love