Laman

Tuesday, February 19, 2019

Sungguh Selamatkah Aku?

Sebuah Refleksi Pribadi.
Sekedar Perenungan Sebelum Tidur.
(Masale, hari ke-49 tanggal 18 Pebruari 2019 - Pdt. Joni Delima).

Bacaan: Yohanes 8:30-36.

Saudaraku...
Saya memiliki keyakinan yang begitu kuat bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus dan mengakuiNya sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, maka sesungguhnya dia adalah pribadi yang sudah dimerdekakan dari perhambaan dosa. Upah dosa yang adalah MAUT itu, telah ditaklukkan di dalam dan melalui kematian serta kebangkitan Yesus Kristus. Dan dengan dasar inilah maka Rasul Paulus berkata demikian: "Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? (1Kor. 15:55)".
Karena itu, menjadi sebuah hal yang sangat memprihatinkan bagi saya, jika masih saja ada orang yang mengklaim dirinya sebagai anak-anak Tuhan (orang yang percaya kepada Yesus) namun mereka masih meragukan keselamatannya.

Saudaraku...
Orang yang masih meragukan karya penyelamatan yang telah dilakukan Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus, sama seperti seorang yang memikul beban sambil berjalan kaki ke suatu tempat yang sangat jauh. Ia kemudian memilih dan memutuskan untuk naik kendaraan. Lalu ia meminta tolong agar diizinkan untuk menumpang sebuah mobil. Sang pemilik mobil mempersilahkan dia untuk menurunkan beban yang dipikulnya dan meletakkannya di bagasi dan ia diminta untuk mengambil posisi duduk di bagian depan. Namun yang bersangkutan memilih untuk duduk di bagian belakang dan enggan untuk menurunkan beban yang dipikulnya itu. Beberapa kali ia diminta untuk menurunkan beban itu agar ia merasa nyaman, namun ia tetap berkeras mempertahankannya. Beban itu tetap dipikulnya, karena ia meragukan kebaikan hati sang pemilik mobil. Pemilik mobil merasa iba dan meminta berkali-kali agar beban itu diturunkan. Karena terus didesak maka ia pun turun dari mobil itu dan memilih untuk berjalan kaki sekalipun perjalanan yang ia tempuh masih sangat jauh. Dia sangat berharap bahwa masih ada mobil lain yang akan lewat dan bersedia memberi tumpangan padanya agar ia dapat sampai secepatnya di tempat yang hendak dia tuju. Namun ternyata, tidak ada lagi mobil yang lewat, sebab mobil yang dia tumpangi tadi adalah mobil yang terakhir. Ia terus berjalan, dan karena tenaganya terkuras habis oleh beratnya beban yang dipikulnya, ia pun lunglai dan akhirnya mati.

Saudaraku...
Ilustrasi ini lahir dari perenungan saya terhadap apa yang dicatat dalam kitab Ibrani 1:1-4 :"Setelah pada zaman dahulu Allah berulangkali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia, Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepadaNya jauh lebih indah dari pada nama mereka".

Demikianlah orang yang masih meragukan keselamatan yang sudah dikerjakan oleh Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus, sekali pun hal itu telah ditawarkan dengan cuma-cuma; namun karena hidupnya masih terikat erat dengan beban dosa, maka ia akan binasa karena beban itu dan karena ketidak-percayaannya. Tetapi buat anda, saya menegaskan hal ini, bahwa: "jika anda sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, maka tidak boleh ada alasan untuk tidak mau menanggalkan beban dosa. Anda harus menjadi Manusia Baru, yakni pribadi yang terus belajar untuk menghidupi dirinya dengan kehendak-kehendak Allah dan berusaha untuk menjauhi segala perbuatan kejahatan. Ya...anda harus takluk di bawah otoritas Allah jika anda memiliki kerinduan yang kuat untuk tiba di tempat yang anda impikan (SORGA), tetapi jika anda masih bertahan pada kehendak atau kemauan anda sendiri, maka kebinasaanlah yang sedang anda rancangkan dan pada akhirnya anda akan menerima kehancuran".

Saudaraku...
Firman Tuhan pada malam ini hendak mengingatkan anda dan saya bahwa, kita adalah orang-orang yang sudah dimerdekakan. Dan sebagai orang yang merdeka, maka kita tidak lagi merasa ada yang membebani hidup kita. Kita telah ada di dalam Kristus dan Kristus ada di dalam kita; dan jika Kristus ada di dalam kita, maka kitalah pewaris dari kerajaanNya.

Selamat beristirahat.
Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment

Web gratis

Web gratis
Power of Love