Laman

Friday, February 8, 2019

Tragedi Ziklag

Sebuah Refleksi Pribadi.
Sekedar Perenungan Sebelum Tidur.
(Masale, hari ke-39 Tgl. 8 Pebruari 2019 - Pdt. Joni Delima).

Bacaan : 1 Samuel 30:1-25.

Saudaraku....
Ada saat di mana kita tidak memiliki kekuatan lagi untuk menahan beratnya beban pergumulan; lalu kita menjerit, meraung dan meratap. Sehebat dan sekuat apa pun kita, ada saat di mana kita akan merasakan keterpurukan dan ketidak-berdayaan, dan dalam kondisi yang demikian; menangis dan meneteskan airmata pun rasanya kita tidak kuat lagi. Situasi yang demikian saya mau katakan sama seperti kanker stadium empat yang telah mematahkan immunitas tubuh, ia menggerogoti sekujur tubuh ini sehingga orang yang mengalaminya hanya pasrah menanti ajalnya.

Tragedi Ziklag adalah masa yang paling pahit dalam hidup Daud dengan pasukan dan rakyat yang menyertainya. Kota kediaman merekan diluluh-lantakkan. Harta benda dijarah hingga tak ada yang disisakan, kota dibakar dan keluarga-keluarga yang ada (termasuk istri-istri Daud beserta kaum keluarganya) ditawan oleh tentara Amalek. Posisi Daud semakin terjepit ketika rakyat yang bersamanya hendak melempari Daud dengan batu, karena merasa sakit hati. Semua orang meratap dengan suara yang nyaring sehingga suara mereka pun hilang dan sudah tidak kuat menangis lagi (ay. 4).

Saudaraku....
Bisa jadi anda pun seringkali menghadapi Tragedi Ziklag lalu anda tak tahan dan pada akhirnya anda menyerah.
Tetapi Daud dalam peristiwa ini tidak demikian!.
Daud memang turut menangis karena merasakan sakitnya peristiwa itu, namun imannya tidak hancur seiring dengan hancurnya kota Ziklag. Dicatat bahwa: "ia menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya". Dengan kekuatan yang masih ada dan dengan pasukan yang tinggal sedikit jumlahnya, Daud mendapat perkenanan Tuhan, lalu ia mengejar tentara Amalek dan ia pun menang atas orang Amalek.

Dari sinilah maka saya percaya bahwa Tuhan mau mengubah banyak Tragedi Ziklag dalam hidup saya menjadi sebuah kemenangan besar. Hanya saja yang saya butuhkan untuk meraih kemenangan itu adalah: "Menguatkan kepercayaan saya kepada Allah". Ya...saya harus dengan sungguh percaya bahwa Allahku adalah El-Shaddai.

Selamat beristirahat.
Tuhan Yesus memberkatimu.

No comments:

Post a Comment

Web gratis

Web gratis
Power of Love